Tarif kencan IDR 500 ribu, PSK di Sumenep dijual melalui WA

 
 Sumenep, (Madura hari ini) - Kisah bisnis Esek-Esek di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur seolah-olah tak ada habisnya.

Yang terbaru, polisi berhasil mengungkap bisnis prostitusi ini. Beberapa kekasih tidak sah digerebek pada Wik Wik di salah satu rumah kos pada Selasa (19/1/2021).

Tidak hanya itu, para petugas juga menangkap EAA (inisial) dari desa Marine, seseorang yang bertindak sebagai mucikari dari kegiatan prostitusi.

"Lokasi serangan di Desa Gunggung, Distrik Batuan. EAA juga ditangkap tidak jauh dari lokasi," jelas Kepala Polisi Sumenep, AKBP Darman melalui Kepala Sub-departemen Publik Polisi Sumenep, AKP Widiarti S.

Menurutnya, penangkapan tersebut berasal dari informasi publik, bahwa salah satu rumah kos di desa Gungggung sering digunakan sebagai tempat yang sesat.

"Informasi dari publik bahwa di rumah sering digunakan sebagai tempat pelacuran. Ketika kita pergi ke sana ternyata ada kamar yang digunakan (hubungan intim)," tambahnya.

Setelah diinterogasi, pria itu mengaku mendapat tawaran dari EAA melalui WhatsApp dan wanita itu juga tidak mengabaikan menggunakan layanan germo.

"Tarifnya adalah Rp. 500 ribu, dan dari transaksi EAA mendapat bagian dari Rp. 200 ribu," kata Widi.

Mantan kepala polisi kota itu berkata, EAA terancam hukuman penjara setidaknya 15 tahun, yaitu membuatnya lebih mudah bagi seseorang untuk berbuat jahat.

"Siapa pun yang mencari keuntungan dengan membuatnya lebih mudah bagi seseorang untuk melakukan cabul sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296 dan 506 kriminal," jelasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama